Era Deep Learning dimulai dari Kelas: Transformasi Digital Besar-besaran di SD Islam Al Azhar 8 Kembangan





Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan penguasaan literasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi tenaga pendidik di era modern. Semangat inilah yang diusung oleh SD Islam Al Azhar 8 Kembangan melalui pelatihan intensif bagi seluruh jajaran gurunya.

Bertempat di Aula Al Azhar Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (23/12/2025), para guru mengikuti pelatihan bertajuk pengembangan Deep Learning, Coding, dan optimalisasi Learning Management System (LMS). Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis guru dalam menghadapi tantangan kurikulum masa depan.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SD Islam Al Azhar 8 Kembangan, Enden Daenuri, Dalam arahannya, menekankan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar pembelajaran di kelas tetap relevan dan menarik bagi siswa generasi alfa.

"Kita tidak boleh tertinggal. Penguasaan deep learning dan coding akan membantu guru menciptakan ekosistem belajar yang lebih interaktif dan solutif," ujar Enden di hadapan seluruh peserta.

Penanggung jawab acara sekaligus Wakil Kepala Sekolah, Pratiwi, memastikan jalannya kegiatan berlangsung sistematis. Pelatihan ini menghadirkan empat pakar di bidangnya untuk memberikan materi yang komprehensif:

Dandi Nisahudin

Andy Taruna

Suparno

Dwi Arumaryawan

Sesi pertama diisi oleh Dandi Nisahudin dan Suparno yang memaparkan materi mengenai Deep Learning. Ia menjelaskan bagaimana konsep kecerdasan buatan ini dapat diimplementasikan untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa secara lebih personal dan mendalam.

Memasuki sesi teknis, Andy Taruna mengajak para guru terjun langsung dalam dunia pemrograman lewat materi Coding. Meskipun terdengar rumit, Andy membawakan materi dengan pendekatan yang praktis, menunjukkan bahwa logika coding sangat berguna untuk melatih kemampuan berpikir kritis (computational thinking) pada guru dan siswa.

Selain itu, materi mengenai penguatan penggunaan Learning Management System (LMS) yang disampaikan oleh Dwi Arumaryawan juga menjadi sorotan untuk memastikan distribusi materi ajar dan evaluasi siswa dapat dilakukan secara terintegrasi dan transparan.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran teori. Dengan keterlibatan aktif seluruh guru, SD Islam Al Azhar 8 Kembangan berkomitmen untuk mentransformasi ruang kelas konvensional menjadi laboratorium inovasi.

Langkah ini selaras dengan upaya sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan religius, tetapi juga cakap secara digital di tengah persaingan global yang kian ketat.