Refleksi 42 Tahun Pengabdian, Yayasan Al-Ikhwan Meruya Gelar Tasyakuran dan Tabligh Akbar





Jakarta — Yayasan Al-Ikhwan Meruya (YAIM) memperingati Milad ke-42 dengan menggelar Tasyakuran dan Tabligh Akbar pada Selasa, 16 Desember 2025, di Aula Kampus Al Azhar Kembangan. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen yayasan dalam menjalankan peran pendidikan dan dakwah yang berkelanjutan.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang YAIM selama lebih dari empat dekade mengabdi kepada umat dan masyarakat. Suasana khidmat mewarnai pembukaan rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Al-Ikhwan Meruya (YAIM), Sri Wuryatmi, dalam sambutannya menyampaikan roadmap kilas balik perjalanan YAIM sejak awal berdiri hingga saat ini, yang ditandai dengan komitmen berkelanjutan dalam mengembangkan dunia pendidikan serta menjaga nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. 

Sementara itu, Pembina YAIM, Indra Setiawan, menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, soliditas, dan visi jangka panjang dalam mengelola yayasan. YAIM tidak hanya ditentukan oleh capaian fisik, tetapi juga oleh kekuatan nilai, integritas, dan kebersamaan seluruh elemen di dalamnya.

Memasuki acara inti, Tabligh Akbar disampaikan oleh Ustadz Ahmad Bani Hasyim, Lc., M.Si., dengan tema “Bahagia Itu Dimulai dari Hati yang Lapang”. Dalam tausiyahnya, mengajak jamaah untuk menumbuhkan kelapangan hati sebagai fondasi kebahagiaan, pengabdian, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol Tasyakuran Milad ke-42 Yayasan Al-Ikhwan Meruya, yang dilanjutkan dengan foto bersama. Acara berlangsung khidmat, dan penuh kebersamaan, menegaskan semangat syukur untuk terus berkhidmat dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.